pepatah yang mengatakan bahwa "Menjaga dan mempertahankan sesuatu yang sudah kita dapatkan itu lebih berat perjuangannya ketimbang proses untuk mendapatkannya" , kini benar-benar ku alami sekarang.
Dan ku tak tahu, aku yang terlalu bodoh atau emang aku yang gak punya hati...selalu saja ku melakukan hal yg sama kepadanya.
Dia, yang aku dulu puja-puja bak seorang putri kayangan, selalu ku manja, membuat dia tertawa lepas seakan semua beban dalam hidupnya hilang, walaupun itu hanya sementara... membuat dirinya merasa bersyukur telah ada dan hidup di dunia ini.
tapi, kini lebih sering kutemukan dia dalam keadaan kecewa, menangis tersedu-sedu, menahan sakit yang mungkin pernah dia derita sebelumnya...tapi mengapa ??
ya, itu semua karena kebodohanku, keegoisanku yang sudah menjadi-jadi, terlebih kecurigaanku kepadanya yang malah membuatnya terkekang. bagaikan burung dalam sangkar. merasa selalu diawasi dengan hanya menanyakan kamu dimana, dengan siapa. dan bahkan walaupun dirinya sudah berkata jujur dengan keadaannya, tapi masih saja kepercayaanku kurang terhadapnya.
aku bingung aku harus melakukan apa, aku ingin kembali seperti dulu, mempercayainya, memperhatikannya, memuliakannya. dan aku tahu akibat dari perbuatanku yang selalu egois, hanya memperdulikan diri sendiri.
sebenarnya dia bisa saja pergi begitu saja dariku, karena tidak tahan dengan kelakuanku yang selalu menusuk kedalam hati.
tapi, entah apa yg ada di pikiranku, sebenarnya tuhan sudah memberikan mahkluk terbaiknya kepadaku,
meskipun dia yang selalu tersiksa dengan kelakuanku, tapi dia masih saja mengerti aku, memahami ku, sayang padaku, bahkan tak mau pergi dan masih mau menemani sisa hidupku.
aku akhir-akhir ini sering ngerasa gak pantas ketika bersamanya, ngerasa masih jauh untuk menjadi kekasih yang seharsnya berpikir lebih dewasa, pengertian, sabar. secara aku ini lelaki, tapi pikiranku masih saja kekanak-kanakan.
jujur dalam lubuk hatiku yg paling dalam.
AKU SAYANG KEPADANYA !!
Sayang, kalau kamu membaca tulisan ini, aku mohon, maafin aku, kelakuanku, keegoisanku. dan semua hal yang membuat kamu sampai menangis dan membuat luka di hati itu.
aku tahu, bahkan sampai kamu membaca tulisan ini, kamu mungkin masih belum mamafkanku sepenuhnya.
tapi, aku mohon, tetap bertahanlah bersamaku. aku mencoba utk berubah, menyayangimu. memuliakanmu, seperti dulu...
aku gak bisa berhenti ngebayangin hal apa yang akan bisa ku lakukan tanpa kamu. aku sudah candu terhadapmu, kamu itu sebuah kebutuhan bagiku. bukan hanya sekedar keinginan.
maaf, maaf, maaf. sekali lagi maafkan aku sayang.
teruntuk kekasihku, Afia Hidayati :)