Kamis, 22 November 2012

maafkan cinta


pepatah yang mengatakan bahwa "Menjaga dan mempertahankan sesuatu yang sudah kita dapatkan itu lebih berat perjuangannya ketimbang proses untuk mendapatkannya" , kini benar-benar ku alami sekarang.

Dan ku tak tahu, aku yang terlalu bodoh atau emang aku yang gak punya hati...selalu saja ku melakukan hal yg sama kepadanya.
Dia, yang aku dulu puja-puja bak seorang putri kayangan, selalu ku manja, membuat dia tertawa lepas seakan semua beban dalam hidupnya hilang, walaupun itu hanya sementara... membuat dirinya merasa bersyukur telah ada dan hidup di dunia ini.
tapi, kini lebih sering kutemukan dia dalam keadaan kecewa, menangis tersedu-sedu, menahan sakit yang mungkin pernah dia derita sebelumnya...tapi mengapa ?? 

ya, itu semua karena kebodohanku, keegoisanku yang sudah menjadi-jadi, terlebih kecurigaanku kepadanya yang malah membuatnya terkekang. bagaikan burung dalam sangkar. merasa selalu diawasi dengan hanya menanyakan kamu dimana, dengan siapa. dan bahkan walaupun dirinya sudah berkata jujur dengan keadaannya, tapi masih saja kepercayaanku kurang terhadapnya.

aku bingung aku harus melakukan apa, aku ingin kembali seperti dulu, mempercayainya, memperhatikannya, memuliakannya. dan aku tahu akibat dari perbuatanku yang selalu egois, hanya memperdulikan diri sendiri.
sebenarnya dia bisa saja pergi begitu saja dariku, karena tidak tahan dengan kelakuanku yang selalu menusuk kedalam hati. 
tapi, entah apa yg ada di pikiranku, sebenarnya tuhan sudah memberikan mahkluk terbaiknya kepadaku, 
meskipun dia yang selalu tersiksa dengan kelakuanku, tapi dia masih saja mengerti aku, memahami ku, sayang padaku, bahkan tak mau pergi dan masih mau menemani sisa hidupku.

aku akhir-akhir ini sering ngerasa gak pantas ketika bersamanya, ngerasa masih jauh untuk menjadi kekasih yang seharsnya berpikir lebih dewasa, pengertian, sabar. secara aku ini lelaki, tapi pikiranku masih saja kekanak-kanakan.
jujur dalam lubuk hatiku yg paling dalam. 

AKU SAYANG KEPADANYA !!

Sayang, kalau kamu membaca tulisan ini, aku mohon, maafin aku, kelakuanku, keegoisanku. dan semua hal yang membuat kamu sampai menangis dan membuat luka di hati itu.
aku tahu, bahkan sampai kamu membaca tulisan ini, kamu mungkin masih belum mamafkanku sepenuhnya.
tapi, aku mohon, tetap bertahanlah bersamaku. aku mencoba utk berubah, menyayangimu. memuliakanmu, seperti dulu...
aku gak bisa berhenti ngebayangin hal apa yang akan bisa ku lakukan tanpa kamu. aku sudah candu terhadapmu, kamu itu sebuah kebutuhan bagiku. bukan hanya sekedar keinginan.
maaf, maaf, maaf. sekali lagi maafkan aku sayang.
teruntuk kekasihku, Afia Hidayati :)

Hai Bodoh !

Surat Kecil Dari Setan ::

Dear,
Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu. Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu. Juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ke tempat tidurmu.

Kau benar-benar orang yang bersyukur. Aku menyukainya. Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu. Hai Bodoh, kamu millikku. Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu. Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya… Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu di hari depan. 

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka. Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH. 

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa-masa yang kita jalani. Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, guyon-guyonan jorok, bergosip, menghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja. Ayolah hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita. Ini hanya merupakan surat penghargaanku untukmu. 

Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu. Kamu sudah 18 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda. Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa. Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini di depan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak. Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggodamu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik di mata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar-benar menyayangiku, kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...